Cara membuat pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga bisa dilakukan secara perorangan. Namun, akan lebih baik jika melakukannya secara berkelompok atau dalam skala besar agar manfaat yang diberikan juga semakin banyak.

Perlu diketahui bahwa ukuran sampah organik yang dipotong menjadi bagian-bagian kecil dinilai dapat mempercepat proses pembusukan sehingga pupuk kompos bisa segera digunakan. Selain itu, pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing juga cocok untuk meningkatkan kualitas pupuk kompos.

Untuk itu, sebelum memulai cara membuat pupuk kompos, Anda harus menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Yaitu sampah organik yang menumpuk di rumah, pupuk kandang, larutan gula dan EM4, sarung tangan, tanah, air, serta wadah penampungan lengkap dengan penutup.

Pertama, masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah Anda siapkan. Lalu, masukkan sampah organik, larutan gula dan EM4, dan juga pupuk kandang ke dalamnya. Ukuran keduanya bisa disesuaikan dengan ukuran wadah yang Anda miliki. Setelah itu, tambahkan kembali tanah untuk menutupi sampah organik tersebut.

Kemudian, siram permukaan tanah menggunakan air secukupnya. Tutup wadah secara rapat agar tidak terkontaminasi oleh partikel lain seperti air hujan ataupun hewan yang tidak sengaja masuk. Untuk mendapat hasil yang sempurna, pupuk kompos dari sampah organik harus didiamkan selama hampir 3 bulan.

Namun, Anda bisa mempercepat proses cara membuat pupuk kompos dengan cara mengaduk tanah yang dicampur sampah organik secara rutin. Dengan demikian, pupuk kompos buatan Anda bisa segera digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanaman.

Cara membuat Kompos organik

Langkah 1: dalam membuat pupuk kompos organik adalah menyiapkan sampah sampah yang akan kita pakai dalam pembuatan pupuk kompos. Pilah pilih sampah sampah itu dan pisahkan antara sampah plastik dan sampah daun daun/ tanaman / organic, kemudian sampah organik tersebut dicacah menggunakan mesin pencacah sampah organik.

Langkah 2: Siapkan wadah yang layak dan pantas untuk pembuatan pupuk kompos ini. Anda bisa menggunakan ember, tong, atau wadah lain yan dirasa cukup layak. Usahakan tempat yang anda sediakan mempunyai tutup sehingga nantinya bisa terhindar dari binatang lalat, tikus atau mungkin terkontaminasi air hujan.

Langkah 3: Ambil tanah secukupnya, kemudian letakkan sebagai alas di wadah yang tadi disiapkan. Kemudian siram dengan air.

Langkah 4: Masukkan sampah daun daun dan sampah limbah rumah tangga  ke dalam wadah di atas lapisan tanah tadi. Ratakan sampai kira kira ketebalannya sama dengan ketebalan tanah yang tadi dimasukkan.

Langkah 5: Tutup lapisan daun/sampah rumah tangga tadi menggunakan tanah lagi dan siram kembali dengan air.

Langkah 6: Tutup wadah sampah tadi menggunakan tutup yang sudah disediakan. Fungsi penutup ini untuk menghindarkan calon kompos tadi dari hujan dan lalat.

Langkah 7: Letakkan wadah tadi di tempat yang tidak terjangku anak-anak dan tidak terkena sinar matahari langsung. Biarkan wadah tersebut selama kurang lebih 3 minggu.

Manfaat Pupuk Kompos untuk Tanaman dan Lingkungan

Setelah mengetahui cara membuat pupuk kompos rumah tangga, Anda juga perlu mengetahui manfaat pupuk kompos secara umum. Seperti yang diketahui, pupuk kompos bermanfaat untuk mendukung tingkat kesuburan tanaman.

Bahkan, pupuk kompos yang dibuat dari sampah organik rumah tangga juga punya manfaat tersendiri untuk lingkungan sekitar. Lebih lanjut, manfaat pupuk kompos untuk tanaman dan lingkungan adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kesuburan tanah
  2. Meningkatkan daya serap air pada tanah
  3. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
  4. Memperbaiki struktur dan kualitas tanah
  5. Memperbaiki kualitas hasil panen
  6. Membatasi pertumbuhan hama tanaman
  7. Mengurangi tingkat kekesaran struktur tanah
  8. Ramah lingkungan
  9. Mengurangi jumlah sampah organik
  10. Membantu pemerintah mengolah sampah rumah tangga
  11. Mengurangi bau tidak sedap sampah
  12. Melestarikan lingkungan

 

Demikian langkah-langkah sederhana dalam membuat pupuk kompos organik dari daun-daun dan sampah rumah tangga.